Warisan Jalan Rusak, Beloan Berjuang
Warisan Jalan Rusak, Beloan Berjuang

Pencarian

  • Feed
,
InShot_20200614_100805669.jpg

Warisan Jalan Rusak, Beloan Berjuang

Keterangan Foto : TERABAIKAN : Ini kegiatan sebelum banjir. Foto atas, jalan rusak parah pascabanjir dan hujan. foto tengah, menemui manajemen PT TSA perbaiki jalan. foto bawah: temui manajemen PT MKB, bersedia bantu truk angkut material.

BERITA KUBAR - Rusaknya jalan ke Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur sudah belasan tahun. Jalan akses 9 kilometer dari dan ke kampung salah satu penghasilan ikan terbesar di Tanaa Purai Ngeriman ini kayak terabaikan. Padahal sekitar 51 kilometer dari ibu kota kabupaten. Kapan akan berakhir, layaknya warga di kota lintasi jalan mulus.

 
Berikut tulisan ini mengambarkan historisnya. Plus upaya, janji hingga realisasi para pihak. Padahal mereka itu harus bertanggung jawab membuka isolasi kampung.
 
Kampung Muara Beloan adalah pemekaran Kampung Tanjung Laong, Kecamatan Muara Pahu. Dimekarkan, sekitar puluhan tahun silam. Memiliki Dusun Bangun. Namun sekitar tahun 20an Dusun Bangun pindah ke Kampung Muara Bunyut, Kecamatan Melak.
 
Hijrahnya warga Muara Pahu dan sekitarnya ke Muara Beloan, mencari ikan di Sungai Beloan. Kala itu ikan di Bantaran Sungai Beloan sangat melimpah dan menjanjikan. Kelamaan berdiam di atas rumah rakit (terapung). Beranak pinak. Tidak mau lelah mengatur rakit dari pasang surutnya air akhirnya perlahan membangun rumah ke daratan/dataran tinggi. 
Hingga 2020, jumlah penduduk mayoritas etnis melayu/Kutai dan muslim ini sudah 210 kepala keluarga atau 900 jiwa lebih. Sudah 2 kali ganti kepala kampung alias petinggi. Dengan orang yang berbeda.
Mayoritas pekerjaan nelayan, hanya berharap dari ikan. Harga jual juga tergantung pembeli/tengkulak. Murahnya harga ikan, alasan pembeli karena jauh. Perlu biaya transportasi. Misalnya Rp 10 ribu per kilogram harga ikan patin atau haruan di Kampung Muara Beloan. Harga di Melak mencapai Rp 35 ribu sampai 50 ribu per kilogram.
Dampak pendidikan juga banyak yang tidak meneruskan sekolah. Hanya ada sekolah dasar (SD).Tidak bisa melanjutkan. Hanya bertahan lulusan SD. Bagi yang berduit sekolah SMP ke ibu kota kecamatan. Cuma jumlahnya sangat sedikit. Sekitar 1,5 jam pakai perahu ketiting Muara Pahu-Muara Beloan.
Sejak tahun 2013, jalan dibuka oleh Bupati Kubar pertama, Rama Alexander Asia. Jalan tanah itu mulai membuka jalur ekonomi. Banyak warga hampir setiap rumah memiliki mesin ketinting (ces) beralih sepeda motor. Sayang karena rendah. Kerap badan jalan terendam banjir berbulan-bulan. Kecuali kemarau panjang baru bisa dilintasi kendaraan. Terbukanya akses, banyak lulusan SD melanjutkan pendidikan di Melak. Tapi biaya hidup juga kerap putus di tengah jalan. 
 
AKSES JALAN
Badan jalan sepanjang 9 kilometer dari dan ke Kampung Muara Beloan, banyak ujiannya. Pintu masuk melintasi jalan hauling PT Teguh Sinar Abadi (TSA), rawan kecelakaan. Banyak alat berat tambang batu bara PT Bayan Grup itu. 
Dari Melak, lintas Timur sepanjang 31 kilometer. Menyusuri dua kampung Kecamatan Melak. Yakni Kampung Empakuq (dulu, Tanah Habang). Dan Kampung Muara Bunyut. Kini jalannya aspal dibangun era Bupati Ismail Thomas. Sebagian kecil tanah sertu (pasir baru). Ini arah Muara Bunyut ke jalan hauling PT TSA.
 
Akses barat. Dari Kecamatan Melak dan Barong Tongkok menyusuri Kampung Sumber Rejo, Kecamatan Sekolaq Darat dan Empas, Kecamatan Melak. Jalan aspal. Setelah Kampung Empas jalan tanah. Hujan banyak jalan rusak berlubang.
 
Lebih mulus akses Selatan. Dari Kecamatan Muara Lawa. Akses jalan hauling PT Trubaindo Coal Mining (TCM). Terakhir jalan hauling PT TSA. Sering dilarang karena jalan khusus tambang. Jika mendesak baru bisa diperbolehkan. Tapi bukan jaminan perusahaan jika terjadi insiden.
 
Luas Kampung Muara Beloan 5.000 hektare itu telah menjadi kawasan perkebunan kelapa sawit. Sempat ditolak warga. Namun pemerintah kala itu menyetujuinya.
 
PEMERINTAHAN BARU
Pergantian kepemimpinan di Pemerintahan Kampung Muara Beloan sejak September 2019. Jalan rusak mulai jadi perhatian. Pemerintah kampung harus menyewa truk angkut sertu dari pihak swasta. Angkutan material dari Kampung Muara Bunyut. Truk juga dibantu PT MKB (Maha Karya Bersama), perusahaan kelapa sawit bermarkas di Kampung Jerang. Sejumlah alat berat juga didukung PT TSA dan PT Thiess (subkon PT TSA).
Akhir tahun, badan jalan 5 kilometer arah di Kampung Muara Beloan ditingkatkan. Sedangkan arah jalan hauling PT TSA, sudah baik. Karena lebih awal disertu. Meski hujan masih dapat dilintasi. 
 
Perjuangan perbaikan jalan terus dilakukan. Baru-baru ini, pemerintah kampung mengusulkan peningkatan badan jalan. Antara 2 sampai 3,5 meter. Harapannya jika banjir tidak tergenang air lagi. Kendaraan pun bisa langsung ke kampung. Usulan itu disampaikan kepada Wabup Kubar Edyanto Arkan, saat berkunjung ke Muara Beloan, awal 2020.
Wabup menjanjikan akan menjadi perhatian. Direncanakan akhir 2020 atau tahun depan 2021 ditingkatkan. Akses jalan ini tidak saja ke Kampung Muara Beloan. Tembus juga ke Kampung Tanjung Pagar atau Kampung Baru, Kecamatan Muara Pahu. Semoga janji wabup segera direalisasikan.
Upaya jangka pendek. Pemerintah Kampung Muara Beloan sudah berkomunikasi manajemen PT TSA. Jalan pascabanjir rusak kembali dimohon diperbaiki. Upaya ini akan menjadi atensi manajemen PT TSA.
Sebenarnya, akses ini sangat penting jika pemerintah meningkatkannya. Salah satu akses lebih dekat ke Ibu Kota Muara Pahu dan Kecamatan Penyinggahan. Ketimbang melintasi jalan trans kalimantan (Kem Baru-Muara Lawa-Barong Tongkok).
Untuk jangka panjang akses ini menjanjikan. Penyinggahan-Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara sudah bisa. Meski jalannya masih belum maksimal. Di samping itu akan membuat harga ikan meningkat di Kampung Muara Beloan. Karena akses mudah.(*)

Kabar Sebelumnya

(0) Komentar


Tinggalkan Komentar