Taksi Sungai dan Darat di Kubar, Belum Normal
Taksi Sungai dan Darat di Kubar, Belum Normal

Pencarian

  • Feed
,
KB-21-Kapal_Sepi(1).jpg

Taksi Sungai dan Darat di Kubar, Belum Normal

Keterangan Foto : MENGHINDAR : Warga masih untuk sementara menunda perjalanan. Hal ini demi keselamatan dari penyebaran virus corona.
KABAR KUBAR- Transportasi darat dan sungai dari dan ke Kutai Barat ( Kubar ), hingga Kamis (4/6/2020) masih lengang. Menghilangnya angkutan ini lantaran sepinya penumpang dan larangan pemerintah terkait penyebaran virus corona.

 

Hingga kini, belum ada kebijakan khusus apakah transportasi kembali normal seperti semula. New Normal menjadi harapan warga, agar ekonomi dan aktivitas masyarakat kembali normal, dengan ketentuan menaati protokol kesehatan.

 

Dermaga Melak, di Kelurahan Melak Ulu Kecamatan Melak, pada H-5 arus lebaran Idulfitri 1441 H atau Rabu (20/5/2020) masih terpantau sepi. Hal itu disebabkan karena larangan mudik oleh pemerintah.

Artinya, warga telah berpartisipasi mengikuti instruksi pemerintah. Warga dimohon untuk kegiatan mudik lebaran 2020 sementara waktu ditunda atau ditiadakan, kecuali ada hal yang mendesak (urgent).

“Hal ini membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona atau covid-19 di wilayah Kubar,”kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kubar Rakhmat, baru-baru ini.

Untuk diketahui, kapal motor (KM) yang beroperasi atau berlayar berjumlah 24 unit. Selama pandemi covid-19 ini, cuma 12 unit KM saja yang beroperasi. Itu pun membawa logistik ke Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). “Sedangkan, jalur darat yakni, armada bus rute Melak-Samarinda tidak beroperasi,”terang mangan Camat Melak.

Kepala UPT Pengelola Pelabuhan Jumadi menambahkan pada minggu ke-2, Maret 2020 untuk KM rute Melak-Samarinda tidak beroperasi, dikarenakan tidak ada penumpang. Tetapi KM dengan rute Kecamatan Long Bagun, Mahulu-Samarinda masih beroperasi.

Jika sebelumnya mengangkut penumpang sekitar 70-80 orang. Kini menurun sampai sekitar 8-12 orang atau sekitar 90 persen. Meski sepi, pihaknya tetap menyiapkan 6 orang stafnya untuk tetap memantau atau berjaga shift pagi dan malam. "Shift dibagi 3 orang. Untuk shift pagi (08.00-20.00 wita) dan malam (20.00-08.00 wita). Kami tetap mengimbau kepada penumpang agar tetap menggunakan masker dan jaga jarak,”kata Jumadi, di kantornya.(hms6)

 

 

 
 

Kabar Sebelumnya

(0) Komentar


Tinggalkan Komentar