SD Beloan Miring, Puluhan Murid Terancam
SD Beloan Miring, Puluhan Murid Terancam

Pencarian

  • Feed
,
20191110_151956.jpg

SD Beloan Miring, Puluhan Murid Terancam

Keterangan Foto : HARUS DIBONGKAR: Kepala Adat Muara Beloan Rahmadi memperlihatkan bangunan SD 08 Kampung Muara Beloan miring dan rawan ambruk.
image
Kabar Kubar Mahulu
1 Tahun lalu
Education
1050 View
0 Comments

Kabarkubarmahulu.com, SENDAWAR - Empat ruang kelas SDN 08 Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, Kutai Barat ( Kubar ) miring. Konstruksi kayu sudah berusia 40 tahun itu kondisinya sangat memprihatinkan. Kini terancam ambruk. Meski terpaksa tetap untuk kegiatan belajar dan mengajar karena tidak ada bangunan lainnya.

Sejumlah tokoh masyarakat berharap Pemkab Kubar peduli. Jangan sampai ambruk dan membawa korban jiwa baru Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kubar turun tangan memperbaiki. Sementara korban jiwa sudah terjadi. Gedung kayu itu sempat diperbaiki tapi tetap tidak mampu bertahan karena sudah uzur bahan bangunannya.
 
"Kami sangat berharap agar pemerintah membangun baru. Bangunan yang ada harus segera dibongkar sebelum jatuh korban jiwa," harap Kepala Adat Kampung Muara Beloan Rahmadi, kemarin. Kasus SD Gentong Pasuruan yang ambruk dan menewaskan muridnya tidak ingin terjadi di Kubar, khususnya di Kampung Muara Beloan. 
 
Untuk itu, pemerintah segera membangunkan yang baru. Untuk lahan sudah siap. Letaknya tidak jauh dari sekolah tersebut. " Memang di Muara Beloan kerap banjir. Sehingga posisi tanah tidak labil. Akibatnya bangunan miring," katanya. 
 
Salah seorang pendidik di SD 08 Kampung Muara Beloan Amat membenarkan, kondisi bangunan tersebut. Bangunan yang terdapat tiga ruang kelas, wc umum dan satu lokal jadi gudang itu masih digunakan kegiatan belajar dan mengajar. Ini dilakukan karena tidak ada bangunan sekolah lagi. "Jika ada pasti tidak menggunakan bangunan yang miring itu," katanya. Untuk lahan pembangunan gedung baru sudah tersedia. Namun belum ada upaya pemkab membantu membangunkan baru. Termasuk yang sangat diperlukan dua bangunan rumah guru. Dua orang guru dari luar yang bertugas terpaksa menggunakan gedung pusban (puskesmas pembantu). Sementara gedung pusban mau digunakan  pihak pemerintah kampung menjadi gedung Posyandu. Lantas dimana lagi dua guru itu berdiam. Sementara guru sangat diperlukan.
 
Terpisah, Kepala Disdikbud Kubar Silvanus Ngampun berjanji akan menurunkan tim bidang Sapras (sarana dan prasarana) Disdikbud ke sekolah tersebut. "Baik pak nanti saya minta bidang sapras pergi cek kondisi bangunan," kata Silvanus. (luk)

 

 

Kabar Sebelumnya

(0) Komentar


Tinggalkan Komentar