SD Beloan Menunggu Ambruk, Kini Dibangun Baru
SD Beloan Menunggu Ambruk, Kini Dibangun Baru

Pencarian

  • Feed
,
IMG-20200603-WA0028.jpg

SD Beloan Menunggu Ambruk, Kini Dibangun Baru

Keterangan Foto : RUANG KELAS BARU : Berkat perjuangan Pemerintahan Kampung bersama kepala SD 8 Muara Beloan, akhirnya telah dibangunkan satu ruang kelas baru SDN 8 Muara Beloan.
KABAR KUBAR - Keperluannya mendesak, namun kondisi keuangan daerah terbatas. 
Ini tergambar masih terbatasnya, fasilitas kegiatan belajar dan mengajar di SD Negeri 8 Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. 
Namun setidaknya warga sudah bersyukur. Di tengah pandemi corona virus, Pemkab Kubar masih mempertahankan satu dari tiga bangunan yang rencananya direalisasikan. Yakni pada anggaran 2020, dibangun satu ruang kelas baru. Semula dialokasikan empat ruang kelas dan satu rumah dinas kepala sekolah dan guru, serta ruang kepala sekolah dan tata usaha (TU). 
Bangunan ruang kelas baru tersebut konstruksi kayu sudah rampung dikerjakan akhir Mei 2020, lalu.
Realisasi bangunan ruang kelas baru ini, salah satu perjuangan aparat Kampung Muara Beloan dan Kepala SDN 8 Kampung Muara Beloan mengusulkan kepada pemkab melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kubar.
Hal ini mengingat, kondisi fisik bangunan di dalamnya ada empat ruang kelas sudah uzur. Bahkan konstruksinya miring. Rawan ambruk.
"Kita sangat bersyukur pemkab melalui Disdikbud Kubar sudah merealisasikan bangunan ruang kelas baru. Anak-anak kita akan tidak lagi ketakutan karena lebih aman melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar di ruang kelas," kata Kepala Adat Muara Beloan Hermadi, kemarin. Madi panggilan akrab Hermadi, tetap berharap tahun anggaran 2021 atau tahun depan dapat dibangun lagi ruang kelas baru. Karena masih kurang.
 
Terpisah, Kepala SDN 8 Muara Beloan Ngadiyono mengatakan, yang belum ada 
1 kantor meliputi ruang guru, ruang kepala sekolah dan ruang TU. Kemudian,  1 ruang kelas, 1 ruang perpustakaan, dan rumah dinas. Ada beberapa guru terpaksa menggunakan bangunan Pusban Kampung. Ini atas kesediaan pihak aparat kampung meminjam pakaikan untuk mes guru. "Ruang kelas yang bisa dipakai 5 ruang termasuk yang baru," kata Ngadiono.
Untuk diketahui, SDN 8 Muara Beloan memiliki 85 murid. Kemudian 2 guru PNS 5 guru PTT (pegawai tidak tetap) dan 1 nomor sekolah (pelayan sekolah).
 
KONDISI BANGUNAN LAMA
Angin disertai hujan menjadikan fisik bangunan SD 8 Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, Kutai Barat (Kubar), semakin memprihatinkan. Pada  11 Nobember 2019, aparatur kampung dan sejumlah orangtua murid bergotong royong memasang kayu balok sebagai penyangga bangunan.

Hal itu dilakukan sebagai antisipasi sementara agar bangunan tidak roboh. Untuk mengantisipasi korban jiwa, aparatur pemerintah dan para orangtua murid berencana mencari bangunan lain untuk kegiatan belajar-mengajar.

Ketua Dewan Pendidikan Kubar Agus Sopian mengaku prihatin terhadap kondisi fisik bangunan SDN 8 Kampung Muara Beloan. Dia meminta Pemkab Kubar, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kubar segera melakukan investigasi ke sekolah tersebut.

“Secepatnya Disdikbud Kubar ke lapangan. Jangan sampai ada kejadian, baru kalang kabut,” kata Agus yang juga wakil ketua Komisi II DPRD Kubar.

Hasil investigasi ke lapangan itu, kata dia, bisa disimpulkan bahwa apakah bangunan itu layak atau tidak? Jika tidak, pemerintah harus segera memikirkan membangun baru. Sementara aktivitas belajar-mengajar harus mencari bangunan lain atau membuat tenda darurat.

“Setelah itu, pemerintah bisa segera membangunkan gedung baru,” tegas politikus Partai NasDem itu.

DPRD Kubar, kata dia, berjanji akan memperjuangkan anggaran pembangunan gedung SDN 8 Kampung Muara Beloan pada tahun anggaran 2020. Untuk lahan, dia meminta Pemerintah Kampung Muara Beloan segera menyiapkan.

Sementara itu, Kepala Adat Kampung Muara Beloan Hermadi meminta pemerintah segera memerhatikan sekolah tersebut, sebelum ada korban jiwa. “Kami bersama masyarakat memasang kayu penyangga bangunan agar tidak roboh. Namun, upaya ini hanya sementara,” kata Madi, sapaan akrab Hermadi.

Untuk lahan, kata dia, hasil koordinasi dengan pemerintah kampung dan pihak sekolah sudah tersedia. Lokasinya berdampingan dengan bangunan sekolah. “Kalau lahan sudah siap. Termasuk lahan untuk rumah guru,” katanya. 

Kepala Disdikbud Kubar Silvanus Ngampun berjanji akan menurunkan tim bidang Sapras (sarana dan prasarana) Disdikbud ke sekolah tersebut. "Baik Pak, nanti saya minta bidang sapras pergi cek kondisi bangunan," kata Ngampun.

TINGGALKAN RUANG KELAS

SEBELUMNYA semua murid kelas 1, 2, dan 3 SDN 8 Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, Kutai Barat (Kubar), harus meninggalkan ruang kelas mereka. Pasalnya, kondisi gedung sekolah itu kian terancam ambruk.

Untuk kegiatan belajar-mengajar akan dibuka sekolah pagi dan sore sejak Senin (18/11/2019). Ruang kelas 4, 5, dan 6 digunakan murid kelas 1, 2 dan 3 saat pagi. Kemudian kelas 4, 5, dan 6 sore hari.

"Mohon kepada para orangtua murid mengetahui penggabungan ruang kelas dan sekolah masuk pagi dan sore. Bagi yang sekolah sore bisa membawa bekal makanan," saran Kepala SD 08 Kampung Muara Beloan Ngadiyono, saat tatap muka bersama tokoh masyarakat dan orangtua murid di kantor Kepala Kampung Muara Beloan, Sabtu (16/11/2019).

 

Penggabungan ruas kelas, kata dia, karena kondisi ruang kelas 1, 2, dan 3 sangat rawan bagi keselamatan anak didik. Miring dan beberapa titik konstruksinya rusak. Bahkan bangunan yang sudah 40 tahun itu setidaknya harus dibongkar karena sangat rawan ambruk.

Terkait kondisi fisik bangunan itu, kata Ngadiyono, hasil koordinasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kubar akan dibangun pada 2020. Yakni, di lokasi lain dan berdampingan dengan ruang kelas lainnya. Kemudian pada 2021 akan dibangun ruang kepala sekolah dan tata usaha.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Disdikbud Kubar Yacobus Yamon telah memeriksa bangunan yang miring tersebut, beberapa hari lalu. "Memang kami akui kondisinya sangat membahayakan dan rawan ambruk," kata Yacobus yang juga ketua Kwarcab Pramuka Kubar.

Untuk bangunan baru, kata dia, akan diupayakan 2020. Pengecekan ke lapangan terkait kondisi bangunan yang rawan ambruk itu sesuai perintah Kepala Disdikbud Kubar Silvanus Ngampun. "Saya diperintahkan bagian Sarpras ke Muara Beloan untuk mengecek bangunan SD yang katanya rawan ambruk itu," katanya.

Kepala Adat Muara Beloan Hermadi, ketua BPK, aparat kampung, bersama tokoh masyarakat dan orangtua murid, sepakat menolak bangunan lama digunakan. Melalui berita acara sepakat, agar pihak pemerintah membangunkan baru. "Ini demi keselamatan peserta didik," kata Hermadi. (luk)

 
 

Kabar Sebelumnya

(0) Komentar


Tinggalkan Komentar