Perjalanan Umrah bersama NRA ke Tanah Suci (1) Menjajaki Sejarah Nabi, Pulang Bawa Segudang Pahala
Perjalanan Umrah bersama NRA ke Tanah Suci (1) Menjajaki Sejarah Nabi, Pulang Bawa Segudang Pahala

Pencarian

  • Feed
,
IMG-20191201-WA0009.jpg

Perjalanan Umrah bersama NRA ke Tanah Suci (1) Menjajaki Sejarah Nabi, Pulang Bawa Segudang Pahala

Keterangan Foto : IBADAH: CEO Kaltim Post Ivan Firdaus (baju putih), penulis (kanan), bersama kru Kaltim Post, foto bersama saat di Bandara Internasional SAMS Balikpapan, akan bertolak ke Madinah, Arab Saudi.
image
Kabar Kubar Mahulu
1 Tahun lalu
Wisata
1002 View
0 Comments

MESKI di tengah lesunya kondisi usaha media cetak. Tak menjadikan kendala bisa memberangkatkan kedelapan karyawan ke tanah suci. Itulah dilakukan Kaltim Post, media cetak terbesar di Kalimantan Timur, yang mampu menghadapi kondisi itu. Bersama NRA sebagai biro perjalanan haji dan umrah dihelat sembilan hari, dimulai Rabu (20/11) sampai Kamis (28/11). 

 

Berikut catatan Lukman Hakim MH, secara bertutur.

 

BERTOLAK dari Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMS) Balikpapan, dilepas oleh CEO Kaltim Post Ivan Firdaus. Kedelapan karyawan itu yakni Supriyono (manajer keuangan), Wila (manajer umum), Uray Yogi Pratama (iklan), Latif, Tony (pemasaran), Indra Nuswantoro (redaksi), Hidson Humrie (Kabiro Paser), dan Rudy Suhartono (Kabiro Kutai Barat), Lukman Hakim MH (Pimred KABAR Kubar Mahulu)


NRA sebagai mitra Kaltim Post, telah memberikan pelayanan terbaik kepada para jamaah umrah. Baik pemondokan, konsumsi, fasilitas ziarah maupun pendampingan dan bimbingan kepada semua jamaah umrah. 
Bergabung bersama ratusan jamaah umrah NRA, bermalam satu malam di Jakarta, Selasa (19/1). Di sana, mengikuti manasik umrah tergabung ratusan jamaah dari berbagai provinsi. Banyak hal yang diberikan tentang tata cara umrah yang benar oleh pihak pembimbing dari NRA.

 

Esok harinya, Rabu (20/11), semua jamaah diberangkatkan menggunakan pesawat Garuda Indonesia tujuan Madinah. Perjalanan selama 9 jam di udara, disambut cuaca dingin ketika menginjakkan kaki di kota tempat dimakamkannya, Nabi Muhammad SAW.  Cuaca dingin 12 derajat celsius membuat tubuh sedikit bergetar (mengigil). Selama dua hari, Kamis dan Jumat (22-23/11), tidak hanya beribadah di Masjid Nabawi.

 

Hari pertama, melaksanakan ziarah ke Makam Nabi Mummad dan ibadah di Raudah, berakhir ziarah ke makam Jannatul Baqi (keluarga dan sahabat Nabi).  “Mari kita salat di Raudah dulu yakni salat Duha dan Hajat. Barang siapa yang salat di sana dari Raudah ke bekas rumah Nabi Muhammad SAW, seakan-akan ia telah duduk di taman dari taman-taman surga. Demikian pula  ziarah ke Jannatul Baqi juga berarti Taman Surga,” kata Ustad Effendi Al Batawi, pembimbing NRA selama ibadah umrah di Tanah Suci. 

 

Masjid yang memiliki luas 400 ribu meter persegi atau sepadan 56 kali lapangan sepak bola itu bisa menampung satu juta jamaah. Seperti diketahui, jika di dalam penuh, salat di lakukan di luar masjid yang dilindungi dengan ratusan payung raksasa. “Sekarang sudah sekitar 300 payung. Satu payung menghabiskan dana Rp 6 miliar,” kata Ustad Effendi.

 

Dari jabir, Nabi SAW bersabda, “Salat di masjid ku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1.000 salat di masjid lainnya, selain Masjidil Haram. Salat di Masjidil Haram lebih utama daripada 100.000 salat di masjid lainnya.” (HR.Ahmad 3/343 dan ibnu Majah no.1406, dari Jabir bin Abdillah).


Selama di Madinah, berkesempatan ziarah ke Masjid Quba. “Kalau di sini (Masjid Quba), setiap jamaah mengikuti perjalanan yang sudah berwudhu dari pemondokan sampai salat Tahiyatul Masjid di Masjid Quba, nilainya setara dengan satu kali umrah,” terang Ustad Effendi. Dilanjutkan ziarah ke Jabal Uhud, masjid Qiblatain dan berkesempatan mampir ke kebun kurma. “Kalau di Jabal Uhud, adalah gunung yang akan ada di surga kelak,” sebutnya.


Siang harinya, Sabtu (23/11) melanjutkan perjalanan ke Kota Makkah berjarak 430 kilometer atau 2,5 jam menggunakan bus. Di tengah perjalanan, jamaah yang sudah menegakan busana ihram melaksanakan Miqat (berbusana ikram dan niat umrah/haji) di Masjid Bir Ali untuk memulai ibadah umrah. Dilanjutkan, masing-masing 7 kali putaran ibadah tawaf dan sai antara bukit Safa dan Marwa di Masjidil Haram, berakhir Tahalul (potong rambut).

 

Setelah satu hari kegiatan ibadah rutin di Masjidil Haram, esoknya Senin (25/11) melakukan ziarah ke Jabal Nur, Jabal Tsur, Jabal Rahmah, Muzdalifah, Arafah, Mina. Kemudian bagi jamaah yang ingin melakukan umrah kedua atau mewakili pihak keluarga melaksanakan kembali Miqat di Masjid Ji’ronah.  Selanjutnya, Rabu (27/11) berakhir perjalanan wisata di Jeddah, sebelum kembai ke Tanah Air. Kota Jeddah tak banyak memiliki masjid bersejarah seperti halnya Makkah dan Madinah. Namun ada satu masjid yang cukup popular di kalangan umat Islam. Karena dikenal sebagai tempat eksekusi hukuman pancong di Arab Saudi. Namanya Masjid Syeikh Ibrahim Al Juffali atau lebih dikenal dengan Masjid Qisas. Termasuk eksekusi pelaku kriminal.  Pemotongan tangan atau kaki bagi pelaku pencurian.

 

Dari serangkaian ibadah umrah ini, banyak pahala yang diperoleh. Ustad Effendi mengatakan, ke Tanah Suci bisa menambah amal dan meraup segudang pahala. Karena ibadah di Tanah Suci banyak memberikan manfaat sebagai bekal di akhirat kelak. “ Kita juga bisa mengetahui tempat dan sejarah para nabi,” terangnya.

 

Terlebih lagi, hidayah. Jika selama ini jarang mengamalkan ibadah, setelah berumrah akan diberikan hidayah menjadi lebih rajin beribadah. Kemudian meninggalkan pekerjaan atau prilaku yang tidak dibenarkan oleh Allah SWT. (bersambung).

Kabar Sebelumnya

(0) Komentar


Tinggalkan Komentar