Pengusaha Melak Mengeluh, Corona Adang Pendapatan
Pengusaha Melak Mengeluh, Corona Adang Pendapatan

Pencarian

  • Feed
,
KB-4-Feri_Penyeberangan.jpg

Pengusaha Melak Mengeluh, Corona Adang Pendapatan

Keterangan Foto : foto: hms6/pemkab. MEROSOT : Imbauan di rumah aja, membuat fery penyeberangan di Melak Ilir menuju ke Kecamatan Mook Manaar Bulatn, sepi.
image
Kabar Kubar Mahulu
11 Bulan lalu
Bisnis
498 View
0 Comments
KABAR KUBAR - Lesunya pelaku ekonomi menjadi masalah utama, selama pandemi Corona. Tak saja merata mendunia, termasuk dikeluhkan sejumlah usaha di Kecamatan Melak, Kutai Barat ( Kubar ).
Misalnya saja, pelaku usaha perahu penyeberangan kendaraan dan usaha kuliner.
Sepinya pembeli menjadi faktor utama. Warga menaati anjuran pemerintah, berdiam di rumah saja.
 
"Penghasilannya sebelum pandemi Covid-19 rata-rata Rp 1,5 juta dan sekarang turun sekitar 50 persen atau sekitar Rp 700 ribu atau menjadi Rp 800 ribu per harinya,"kata Indra,pemilik jasa perahu penyeberangan di Kelurahan Melak Ilir, Kecamatan Melak, Rabu (3/6/2020). Hal senada dikatakan Budi pemilik warung jajanan, di Kelurahan Melak Ilir. Penghasilan sebelumnya, Rp 500 ribu dan sekarang turun sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 200 ribu per harinya.

Begitu juga dikatakan Ibu Dewi selaku penjual nasi kuning di Pasar Olah Bebaya Melak Kelurahan Melak Ulu. Dia mengakui selama pandemi Covid-19 ini, daya beli masyarakat menurun. Sebelum Covid-19 ini, penghasilan rata-rata sekitar Rp 500 ribu per harinya.

Tetapi pada lebaran Idulfitri 1441 H lalu, biasanya ramai pembeli. Namun penghasilan sekitar Rp 100 ribu per hari. “Setelah Idulfitri, Alhamdulillah penghasilan naik per hari nya sekitar Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu atau Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu per harinya,”katanya. (hms6/humas pemkab)

Kabar Sebelumnya

(0) Komentar


Tinggalkan Komentar