Lewat Ritual Adat, Bupati Akhiri Festival Hudoq Cross Border
Lewat Ritual Adat, Bupati Akhiri Festival Hudoq Cross Border

Pencarian

  • Feed
,
IMG_20191026_1614481.jpg

Lewat Ritual Adat, Bupati Akhiri Festival Hudoq Cross Border

Keterangan Foto :
image
Kabar Kubar Mahulu
1 Tahun lalu
Wisata
599 View
0 Comments

KABAR MAHULU - Rangkaian kegiatan Festival Hudoq Cross Border 2019 yang menyita banyak kalangan itu akhirnya selesai.  Acara di tandai ritual adat Nebeq, mengelilingi Kampung Ujoh Bilang Kecamatan Long Bagun, oleh Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh di dampingi Wakil Bupati Y Juan Jenau, Sekretaris Daerah Yohanes Avun, beserta jajarannya dan sejumlah tokoh adat.

 

Bupati Bonifasius mengatakan, ritual adat ini dilaksanakan sebagai rangkaian penutupan seluruh kegiatan Festival Hudoq Cross Border 2019. "Ritual adat ini diyakini masyarakat sebagai benteng atau menjaga dari kekuatan (gangguan, Red) roh jahat," ucapnya usai mengelilingi Lapangan Ujoh Bilang.

 

Kepala Adat Kampung Long Pahangai Antonius mengatakan, ritual adat Nebeq ini telah turun temurun dilakukan sejak zaman nenek moyang yang di pusatkan di Kampung Ujoh Bilang Kecamatan Long Bagun. "Sebelum dimulainya kegiatan Festival Hudoq, kami juga laksanakan ritual untuk meminta doa dan keselamatan bagi tamu dan peserta yang datang," ujar Antonius.

 

Mengenakan pakaian adat lengkap Bupati Bonifasius Belawan Geh berjalan mengelilingi kampung, menuju Lapangan Ujoh Bilang yang menjadi titik kumpul kegiatan. 

 

Untuk diketahui, budaya Tarian Hudoq bagi masyarakat Dayak adalah untuk memohon doa agar hasil panen melimpah, dimulainya waktu tanam padi (nugal) dan berharap dijauhkan dari segala hama tanaman. Sehingga topeng hudoq berbentuk aneka macam hewan seperti burung, babi, dan hewan pengganggu lainnya.

 

“Selain membuat rekor Muri baru untuk Tarian Hudoq terlama selama 25 jam, juga diadakan berbagai lomba lainnya seperti peragaan busana, olahraga tradisional  dan makan khas Mahulu. Selain itu juga dimeriahkan dengan hiburan dengan penampilan musisi Uyau Moris yang piawai memainkan alat musik Sampe,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Mahulu, Kristina Tening kepada media ini. (luk)

Kabar Sebelumnya

(0) Komentar


Tinggalkan Komentar