Kekerasan Anak, Ini Pelajaran Bagi Anak
Kekerasan Anak, Ini Pelajaran Bagi Anak

Pencarian

  • Feed
,
IMG-20190928-WA0006.jpg

Kekerasan Anak, Ini Pelajaran Bagi Anak

Keterangan Foto :
 
EDUKASI : Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kubar Yohana bersama siswa-siswi SMPN 1 Sendawar, belum lama ini.
 
 
KUBAR – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kubar Yohana didampingi Kepala Seksi Perlindungan Perempuan Anastasia Bety melaksanakan kampanye anti kekerasan di SMPN 2 Sendawar. 
 
Tujuannya mengurangi tingkat kekerasan pada anak dalam dunia pendidikan. Agar anak sekolah peduli terhadap kekerasan yang terjadi di sekolah. Anti kekerasan ini meliputi pelecehan terhadap murid sekolah dan bully.
 
Untuk diketahui, kekerasan kepada siswa dilakukan dengan dalil untuk mendisiplinkan siswa, terdiri dari kekerasan fisik dan kekerasan psikis. Dapat berupa pukulan, tendangan, menganiaya, yang dapat mengakibatkan luka atau cedera. Sedangkan kekerasan psikis dapat berupa hinaan, mengejek, mencela, mengatakan kata-kata kotor membuat siswa merasa hina, buruk dan tidak baik.   
 
Bety menjelaskan, kegiatan dilaksanakan 4 kecamatan di Kubar. Di antaranya, Kecamatan Linggang Bigung, Barong Tongkok, Melak dan Kecamatan Sekolaq Darat, untuk semua jenjang mulai TK, PAUD, SD, SMP dan SMA. "Upaya ini mencegah bully dan kekerasan seksual, karena ada anak yang berani melapor dan tidak, dengan demikian tujuan kita mengenalkan kepada anak-anak kapan mereka harus waspada mengalami kekerasan seksual, dan mengingatkan kepada mereka jangan sampai menjadi pelaku karena ada sanksi tegas/hukuman," jelasnya.
 
“Memang, di usia anak-anak usia TK dan PAUD bully mungkin belum ada. Tetapi kita mengenalkan anggota tubuh yang harus dijaga, jangan sampai ada yang melakukan kekerasan seksual. Dimana kekerasan seksual saat ini tidak hanya terjadi kepada anak dewasa tetapi kepada anak/balita sangat berbahaya,” kata Bety.
 
Dia berharap, kepada sekolah dan orang tua agar perketat pengawasan anak. Besar sekali pengaruh dari perhatian orang tua untuk anak,  jangan sampai hal ini di sepelekan. (Hms10)
 

 

Kabar Sebelumnya

(1) Komentar


Tinggalkan Komentar