Karyawan Sawit Sulit, Tambang Wajib Saat Test
Karyawan Sawit Sulit, Tambang Wajib Saat Test

Pencarian

  • Feed
,
InShot_20200615_054417926.jpg

Karyawan Sawit Sulit, Tambang Wajib Saat Test

Keterangan Foto :
image
Kabar Kubar Mahulu
12 Bulan lalu
Government
406 View
0 Comments
BERITA KUBAR - Kesulitan mengetahui semua karyawan perkebunan yang bepergian ke luar bisa berpotensi membawa Coronavirus ke Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur. Karena selama ini belum ada upaya swab test.

Kesepakatan saat ini baru karyawan pertambangan. Hasil swab test negatif boleh masuk kerja. Kecuali rapit test harus di isolasi selama 14 hari.

"Banyak karyawan tambang berasal dari luar Kaltim, harus ada hasil swab test. Jika hasil swab lebih dari tujuh hari, sampai di Kubar maka orang tersebut harus di swab ulang karena usia swab hanya tujuh hari. Dan untuk usia rapid test hanya tiga hari ,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kubar dr Ritawati Sinaga.

Untum karyawan perkebunan, kata Rita pihaknya berupaya melakukan koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan melalui Tim Gugus Tugas untuk mengundang perwakilan-perwakilan manajemen perusahaan perkebunan. Agar karyawannya yang kembali ke Kubar setelah pergantian masa shift harus swab test.

Selanjutnya dia berharap agar seluruh perusahaan tetap berkoordinasi dan berkomunikasi dengan baik, sehingga mereka lebih perhatian serta menerapkan protokol kesehatan. "Kita juga terus mengimbau agar terus mengintensifkan dengan seluruh subkontraktor yang ada di perusahaan tersebut. Supaya penanganan Covid-19 seragam dan sepakat sebelum karyawan masuk ke Kubar harus di swab test di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan," terangnya.

Secara khsusus Kadiskes menghimbau kepada seluruh perusahaan, mari kita sama-sama melaksanakan protokol kesehatan, berperilaku hidup sehat untuk menjaga Kubar agar betul-betul bebas dari Corona.”Mari kita saling menjaga agar semua karyawan yang masuk ke Kubar, dipastikan tidak membawa virus Covid-19 walaupun tidak kelihatan. Karena yang positif saat ini 80 persen terjadi pada  OTG (orang tanpa gejala)," tegasnya.(hms10)

 

Kabar Sebelumnya

(0) Komentar


Tinggalkan Komentar