Juara Kelas, Ini Diantara Rahasianya
Juara Kelas, Ini Diantara Rahasianya

Pencarian

  • Feed
,
Screenshot_20191019-075401_Firefox.jpg

Juara Kelas, Ini Diantara Rahasianya

Keterangan Foto : ILUSTRASI

ANAK anda bodoh di kelas? Malas belajar? Maen melulu? Anda kawatir dg masa depannya ya...? Jangan Putus Asa! Ada jalan keluar tuk merubah nasib agar anak Anda jadi murid berprestasi. Dan menatap masa depan dg yakin. Perhatikan pengalaman saya dulu waktu SD dan SMP jadi murid bodoh lagi bandel. Itu antara tahun 1968 sampai dengan 1975. Tapi mulai SMA/SPG ke atas saya bisa merubah nasib. Jadi bintang kelas dan juara kelas. Bikin mantan guru SD dan SMP saya terkesima. Apa Sih Rahasianya?...

Kebanyakan kita terdorong ikuti pola umum bahwa anak kudu belajar mulai pukul 7 malam. Tidak boleh keluar rumah ataupun nonton TV. Pokoke belajar, titik! Benarkah begitu? Ya dan Tidak. Kita sering lupa bahwa setiap orang punya tabiat dan kegemaran, dan ciri khas sendiri-sendiri. Anda ingin Anak pinter di sekolah. Itu bicara hasil akhir. Prosesnya bagaimana? Seribu satu jalan menuju Roma. Jangan terpaku pada satu pola baku saja. Sampai 20 tahun lebih masih banyak yg heran, "Koq nggak keliatan belajar bisa jadi bintang kelas?". Ada pula yh spekulasi, "Kamu memang genius, nggak belajar bisa jadi bintang kelas!' Hahaha... saya geli, belum tahu sih rahasianya. Ketika anak-anak pada belajar malam hari, saya malah ngumpul dg anak-anak lain yg pada giataran nyanyi-nyanyi di teras. Atau nonton bioskop. Atau ke alun-alun kota sekedar cari udara segar. Kapan belajar? Saya punya jadwal belajar tersendiri. Setiap sore sekitar jam 4 sampai dengan jam 6 mengevaluasi pelajaran hari ini dan garap PR. Belajar lagi malam jam 10 atau 11 lalu tidur. Pagi jam 5 belajar satu jam untuk persiapan masuk kelas hari ini. Contoh kasus saya di sini jelas bahwa waktu belajar sebaiknya atur sendiri sesuai keadaan.

Kesadaran tuk belajar dengan seruis dan fokus biarkan berkembang dg memilih waktu yg enjoy bagi masing-masing. Kalo merasa enjoy waktu belajar maka hasilnya pasti top, percaya deh... Tapi kalo terpaksa belajar hasilnyapun terpaksa di bawah standar, bukan? (abis nggak ada yg nyantel sih....) Mencatat Poin-Poin Penting... Untuk meringkas pokok-pokok soal dan jawaban saya pakai cara seperti ini: baca buku pelajaran dan pengajaran dari guru untuk dirangkum pada buku catatatan. Mulai halaman paling akhir (ditarik mundur kebelakang) saya catat poin-poin penting soal dan jawaban. Ini memudahkan persiapan tuk testing. Tak perlu lagi baca penuh buku pelajaran yg seabrek-abrek. Tak perlu menghayati buku pelajaran. Jujur aja deh: bukankah yg penting bisa jawab soal dg nilai tinggi? Murid happy, guru happy, orang tua happy... Lagi-lagi kita bicara hasil akhir.

Menjawab Soal Dan Membidik Nilai... Misalnya ada 3 kelompok soal: 20 soal Benar-Salah, 10 soal pilihan ganda, 2 soal uraian. Sebagai alumnus Sekolah Pendidikan Guru (SPG) saya paham bahwa masing-masing kelompok soal menyumbangkan bobot nilai sekitar 35% dari nilai total (100 dibagi 3). Perhatikan. Kalo Anda jeli maka kalo Anda mampu jawab soal Uraian yg hanya ada 2 buah menghasilkan ponten 35. Jadi saya sering duluan garap soal dari yg bobotnya tinggi tapi dg sedikit soal. Berikutnya garap Pilihan Ganda. Terakhir pilihan Benar-Salah. Jika menemui soal yg sulit lewati dulu. Garap yg mudah-mudah duluan tuk segera raih angka. 

Setelah itu periksa kembali soal dan jawaban. Soal-soal sangat sulit pada Pilihan Ganda dan Benar-Salah biarkan digarap pada 10 menit terakhir. Fokuslah pada soal-soal yg pasti menyumbangkan nilai bagi Anda dg jawaban yg tepat. Jangan sampai soal mudah terlewati atau salah jawab karena Anda terpaku melototi terus soal-soal sulit. 10 menit atau 5 menit terakhir bisa digunakan untuk tos-tosan garap soal Benar-Salah dan Pilihan Ganda. Siapa tahu, misalnya, dari 5 soal yg Anda tidak ngerti bisa dijawab dg benar walau hanya 2 soal. Lumayan kan? Intinya begini: karena yg dikejar adalah nilai Rapor dan Ijasah maka fokuslah untuk soal-soal yg mudah duluan agar segera menyumbangkan angka.

Pengalaman saya jadi juara kelas, selalu pada posisi tiga besar tidak mulai sejak SD lho. Tapi sejak SPG ke atas sampai waktu kuliah di universitas. Waktu SD dan SMP malah jadi musuh hampir semua guru karena selalu "sukses" memerahkan Rapor hahaha... Saya ingin menghimbau agar para orang tua belajar luwes perlakukan anak untuk memilih sendiri waktu belajar yg paling mereka sukai. Biarkan hobby mereka tersalurkan. Biarkan kesadaran mereka tumbuh dan berkembang. Biarkan mereka belajar pada jadwalnya sendiri. Karena Belajar dg enjoy pasti hasilnya asoy! Semoga bermanfaat.

Ragile 24 Des 2009 

​​​​​​Sumber : Kompas.com

 

Kabar Sebelumnya

(0) Komentar


Tinggalkan Komentar