Ini Alasan Rama Center Menggaet Jamidi Dampingi Rama
Ini Alasan Rama Center Menggaet Jamidi Dampingi Rama

Pencarian

  • Feed
,
images_(24).jpeg

Ini Alasan Rama Center Menggaet Jamidi Dampingi Rama

Keterangan Foto :
image
Kabar Kubar Mahulu
1 Tahun lalu
Politik
366 View
1 Comments

KUBAR - Akhir-akhir ini, nama Jamidi yang gadang maju bersama mantan Bupati Rama Alexander Asia ramai dibincangkan. Penjaringan bakal calon kepala daerah di Kutai Barat (Kubar) terus menyita perhatian publik. 


Diwartakan sebelumnya, Jamidi mantan Ketua DPC Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membantah maju bersama Rama, untuk bertarung di Pilkada 2020 mendatang. Dirinya beralasan belum menjalin komunikasi langsung dengan Rama. Hanya saja, ada mendapat permohonan dari pihak Rama Center sebagai tim pendukung untuk mendampingi Rama.


Dikonfirmasi terpisah, pihak Rama Center pun membenarkan, terkait ketertarikan terhadap figur muda tersebut. "Benar, Rama Center meminta Jamidi untuk bergabung sebagai pendamping Pak Rama. Namun, kata beliau, masih belum bisa memastikan, karena harus menunggu persetujuan atasannya dulu," kata Hertin Armansyah Sekretaris Rama Center, kepada media ini, kemarin. 


Soal penjaringan pendamping Rama, kata Hertin, tidak ada hanya Jamidi yang digandeng. Nama lain seperti Syaparudin juga muncul dalam bursa pendamping Rama."Sesuai aspirasi masyarakat, nama Jamidi masih terkuat untuk mendampingi Rama untuk tarung pada Pilkada September 2020," jelas Hertin.


Melihat potensi dari sosok figur muda milenial itu, kata dia, sangat berpeluang mendampingi Rama. Sejauh ini, Rama Center sudah mengumpulkan sekitar 3.100 fotokopi Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) masyarakat yang menyatakan dukungan. "Dari 16 kecamatan se-Kubar ini, ada tiga kecamatan yang lebih dominan yakni, Kecamatan Barong Tongkok, Tering dan Siluq Ngurai," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum Kubar Arkadius Hanyeq mengatakan, tahapan Pemilihan Kepala Daerah serentak 2020 dimulai 30 September 2019. Untuk bakal calon Bupati dan Wakil Bupati dari jalur perseorangan atau independen, dimulai Februari 2020. "Syarat dukungan tanpa di luar partai politik  sedikitnya 11.500 salinan fotokopi KTP-el," kata Arkadius
Kemudian paling sedikit 10 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pemilu sebelumnya. Hal ini diatur dalam Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan KPU Nomor 06 Tahun 2016. Disebutkan, daerah DPT sampai 250.000, syarat minimal dukungan jalur independen adalah 10 persen, dan 25 persen persebaran kecamatan. DPT Pemilu 2019 Kubar ada 114.872 orang dan dibulatkan, 10 persen sebanyak 11.500 KTP-el. Tapi sebaiknya calon menyediakan dua kali lipat, atau setidaknya 18.500 KTP-el, agar lebih aman.


Persiapan dukungan dua kali lipat syarat minimal, kata Arkadius, untuk mengantisipasi penolakan atau bantahan warga saat diverifikasi. Atau dukungan sama pada kandidat lain yang juga berniat maju lewat jalur independen. (luk)

Kabar Sebelumnya

(1) Komentar


Tinggalkan Komentar