Ini Alasan Pendapatan Kubar Turun
Ini Alasan Pendapatan Kubar Turun

Pencarian

  • Feed
,
KB-8-Rapat_Evaluasi.jpg

Ini Alasan Pendapatan Kubar Turun

Keterangan Foto : HARUS DIEVALUASI : PJ Sekda Kubar Achmad Sofyan (kanan) memimpin rapat turunnya PAD akibat Corona.
image
Kabar Kubar Mahulu
11 Bulan lalu
Government
447 View
0 Comments
BERITA KUBAR - Dampak Corona, juga menurunkan penerimaan pendapatan asli daerah (PAD), Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur. Diproyeksikan tahun depan atau 2021, Rp 130 miliar diturunkan menjadi Rp 114 miliar. Turunnya PAD 2021 ini disampaikan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kubar, sesuai dengan kondisi pandemi Covid-19.
 
Pejabat (Pj) Sekdab Kubar Achmad Sofyan mengatakan menjadi tantangan besar bagi daerah dalam meningkatkan PAD di masa pandemi Covid-19.

“Untuk itu, perlu strategi dan sinergi untuk bersama-sama berupaya meningkatkan PAD Kubar,”kata Achmad Sofyan, pada rapat evaluasi kegiatan optimalisasi dan intensifikasi penerimaan PAD dan pengelolaan serta pemanfaatan sumber daya alam di Kubar, di Ruang Rapat Koordinasi Lantai 3 Setkab Kubar, Selasa (7/7/2020).

Menurunnya proyeksi pendapatan di tengah 2020 ini, kata dia, berkaitan pajak-pajak hotel. Salah satunya merupakan sumber PAD dan retribusi yang berdampak pada PAD.

Adanya penurunan itu, mengevaluasi kembali seberapa jauh penurunan itu.

 

Dia berharap PAD Kubar selalu meningkat setiap tahunnya. Dengan keberadaan tim terpadu yang sudah melakukan kegiatan ke lapangan, tentu saja pada perusahaan-perusahaan yang memang memiliki kewajiban pajak yang harus disetor ke daerah.

Selama ini mungkin tidak bisa secara optimal. Tetapi dengan keberadaan tim tersebut yang melakukan sosialisasi dan memberikan informasi, tentu hal itu bisa direspon oleh perusahaan. “Sehingga tunggakan-tunggakan yang semestinya sudah lama harus dibayar baru mereka bayar,”terangnya.

Ini sebuah nilai tambah dari adanya tim itu. Oleh karenanya dilakukan rapat evaluasi ini, dalam rangka untuk menyusun langkah-langkah yang mungkin bisa efisien dan efektif bagaimana kiranya tim itu bisa betul-betul secara terpadu melakukan kegiatan di lapangan, sehingga sasaran itu harus bisa dimonitor nilai tambahnya setiap tahun.

Pemkab meminta semua perangkat daerah mencoba evaluasi sesuai dengan tupoksinya, bagaimana langkah-langkah yang harus susun ke depannya, supaya bisa betul terukur. (hms6)

 

Kabar Sebelumnya

(0) Komentar


Tinggalkan Komentar