Gawat!!!, Main HP Dua Anak Gangguan Jiwa
Gawat!!!, Main HP Dua Anak Gangguan Jiwa

Pencarian

  • Feed
,
images_(56).jpeg

Gawat!!!, Main HP Dua Anak Gangguan Jiwa

Keterangan Foto : SEBELUM TERLAMBAT: Para orangtua wajib mengawasi anaknya. Alasan sayang anak malah menjerumuskan masa depan akibat Hp.
image
Kabar Kubar Mahulu
1 Tahun lalu
Education
1014 View
0 Comments

KABAR KUBAR - Saat ini, fenomena penggunaan gawai oleh anak-anak tidak bisa dibendung. Saking masif dan berbahaya, sampai-sampai Badan Kesehatan Dunia (WHO), menetapkan kecanduan game menjadi bagian dari gangguan mental. Di Kutai Barat ( Kubar ) sendiri, ada dua anak yang terindikasi gangguan tersebut. Tentu, orang tua punya tugas ekstra mencegah, jangan sampai hal itu terjadi pada anaknya. 

 

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Penunjang Medik RSJ Atma Husada Mahakam Samarinda Jaya Mualimin menyebutkan, beberapa bulan lalu sudah dua orangtua konsultasi terkait masalah kejiwaan yang dialami anak-anak ini disebabkan penggunaan handphone atau gawai secara berlebihan. "Saat kunjungan ke Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar (HIS) ada dua orangtua yang konsultasi ke saya," ujar Jaya kepada media ini.

Dia menyebut, kasus ketergantungan terhadap gadget ini menorobos luar biasa. Biasanya ODMK ini berusia di atas 15 tahun, kini yang datang lebih muda. Usia 5 tahun dan 8 tahun, akibat ketergantungan menggunakan gadget. 

 

Meski pihaknya belum mengantongi data pasti jumlah pasien anak yang ketergantungan terhadap gadget, namun fenomena tersebut sudah banyak terjadi bahkan berpotensi meningkat jika tidak ditangani. "Untuk Kaltim sendiri belum ada data tersebut, beda dengan daerah Jakarta dan Jawa," terangnya.

 

“Dengan perkembangan zaman seperti sekarang terdapat anak kecil yang bahkan sudah banyak yang melakukan konsultasi. Potensi masalah ini untuk semakin besar salah satunya dipengaruhi penggunaan gadget. Para orang tua sudah banyak yang memberikan gadget kepada anak mereka. Pemberian ini dilakukan awalnya agar anak bisa bermain tanpa menganggu kegiatan orang tua. Sayangnya penggunaan ini kemudian membuat anak menjadi kecanduan.

 

Dirinya pun mengatakan hal itu bisa dicegah dari awal, yakni memberikan gadget pada anak sesuai dengan usianya. Selain itu, orang tua harus membuat anaknya aktif bermain dengan teman seusia anaknya dan mempopulerkan permainan tradisional kembali.

 

Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, orang tua dan guru di sekolah memiliki peran penting membangun sikap anak. “Misalnya guru harus bisa mengajarkan anak agar menghindari hal negatif yang bisa ada di sekolah. Mereka juga harus diajarkan bisa bergaul dengan lingkungan yang baik,” ujar dia

Saat dikonfirmasi media ini terkait larangan membawa handphone ke sekolah, Kepala Dinas Pendidikan Kubar, Silvanus Ngampun belum bisa memberikan keterangan. (luk)

Kabar Sebelumnya

(0) Komentar


Tinggalkan Komentar