Cairkan Dana Bantuan Jauh, Warga Beloan Diangkut Perahu Sewaan
Cairkan Dana Bantuan Jauh, Warga Beloan Diangkut Perahu Sewaan

Pencarian

  • Feed
,
IMG-20200602-WA0029.jpg

Cairkan Dana Bantuan Jauh, Warga Beloan Diangkut Perahu Sewaan

Keterangan Foto : DIFASILITASI KAMPUNG : Kasi Kesra Pemerintah Kampung Muara Beloan Heri Kuswanto motoris (di belakang) membawa 8 warga penerima BST DTKS pencairan dana ke Kantor Pos di Muara Pahu.

INFO BELOAN- Karena jauhnya pencairan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) ke kantor pos di ibu kota Kecamatan Muara Pahu, menjadi keharusan difasilitasi oleh Pemerintah Kampung Muara Beloan.

Penyewaan alat transportasi perahu ketiting oleh Pemerintah Kampung Muara Beloan membawa  8 dari 10 orang yang mendapatkan pencairan dana BST berdasarkan pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Selasa (2/6/2020). 

"Dua orang penerima BST DTKS memakai perahu ketiting sendiri dari Muara Beloan ke Kantor Pos Muara Pahu. Atas kemauan mereka sendiri. Kalau delapan orangnya disediakan perahu ketiting sewa yang dibayarkan oleh Pemerintah Kampung Muara Beloan. Karena kasihan juga kalau harus sendiri mengambil uangnya ke Kantor Pos Muara Pahu," kata Heri Kuswanto, Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kampung Muara Beloan, kepada media ini, Selasa (2/6/2020). Hampir semua warga yang mendapatkan BST DTKS di Kampung Muara Beloan tidak memiliki perahu ketiting. Di samping itu, banyak yang sudah lanjut usia. Belum lagi biaya transportasi jika harus menyewa perahu ketiting sendiri mahal. "Biaya bahan bakar minyak perahu ketiting ke Muara Pahu pulang pergi, kalau mesin dan perahu kecil Rp 40 ribu, sedangkan perahu dan mesin kapasitas besar sampai Rp180 ribu," sebutnya. Belum lagi risiko perjalanan. Saat ini air sungai masih deras pascabanjir.

 

Dari ke-10 warga Muara Beloan penerima BST DTKS, kata dia, sudah mendapatkan dana dimaksud. Besarannya Rp 600 ribu per peserta DTKS. Dana dikucurkan Kementerian Sosial Republik Indonesia, untuk peserta DTKS itu, selama tiga bulan masing-masing Rp 600 ribu atau totalnya Rp 1,8 juta.

Apakah ada upaya pihak petugas kantor pos yang ke Kampung Muara Beloan, pencairan berikutnya, Heri belum dapat memastikan. Informasi yang diperolehnya, selain Kampung Muara Beloan termasuk dua kampung lainnya yakni Tanjung Pagar dan Tepian Ulaq. Ketiga kampung ini mengambil sendiri ke Kantor Pos Muara Pahu.

Sedangkan beberapa kampung di pesisir Sungai Kedang Pahu, anak Sungai Mahakam didatangi petugas kantor pos. "Karena dalam satu hari bisa penyaluran untuk beberapa kampung," terangnya.

 

INI SYARAT PENERIMA BANTUAN

Pemerintah kian sigap dalam membantu meringankan beban masyarakat, khususnya bagi mereka yang terdampak virus corona (covid-19). Rencananya, pemerintah memberikan beberapa jenis bantuan sosial berupa bantuan paket sembako, BST dan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Bantuan Sosial Tunai (BST) adalah bantuan yang bersumber dari Kementrian Sosial Republik Indonesia yang akan diberikan kepada masyarakat berdasarkan pada DTKS. Sedangkan BLT adalah bantuan yang berasal dari alokasi dana desa pada Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APB Desa) yang akan diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat yang kehilangan mata pencaharian karena pandemik virus corona atau Covid-19 selain itu juga bagi masyarakat yang tidak menerima dana Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Paket Sembako, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) hingga Kartu Prakerja. Masyarakat calon penerima BST maupun BLT akan menerima bantuan uang tunai sebesar Rp 600 ribu per kepala keluarga setiap bulannya selama tiga bulan. Sehingga total bantuan yang diterima per keluarga adalah Rp 1,8 juta. Tujuan dari rencana pemberian program bantuan ini adalah guna menjaga daya beli masyarakat di masa pandemi virus corona. Nantinya, semua bantuan tersebut akan didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia, dan menyasar kepada warga terdampak secara langsung maupun tak langsung.

Pemerintah menetapkan sejumlah syarat bagi masyarakat yang ingin mendapatkan BST tersebut. Di antaranya sebagai berikut:

  1. Calon penerima adalah masyarakat yang masuk dalam pendataan RT/RW dan berada di Desa.
  2. Calon penerima adalah mereka yang kehilangan mata pencarian di tengah pandemi corona.
  3. Calon penerima tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (bansos) lain dari pemerintah pusat. Ini berarti calon penerima BLT dari Dana Desa tidak menerima Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Paket Sembako, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) hingga Kartu Prakerja.
  4. Jika calon penerima tidak mendapatkan bansos dari program lain, tetapi belum terdaftar oleh RT/RW, maka bisa langsung menginformasikannya ke aparat desa.
  5. Jika calon penerima memenuhi syarat, tetapi tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Penduduk (KTP), tetap bisa mendapat bantuan tanpa harus membuat KTP lebih dulu. Tapi, penerima harus berdomisili di desa tersebut dan menulis alamat lengkapnya.
  6. Jika penerima sudah terdaftar dan valid maka BLT akan diberikan melalui tunai dan non tunai. Non tunai diberikan melalui transfer ke rekening bank penerima dan tunai boleh menghubungi aparat desa, bank milik negara atau diambil langsung di kantor pos terdekat.

Jika Anda termasuk dari warga terdampak covid-19 dan sudah memenuhi syarat untuk menerima bantuan sosial tunai, berikut cara klaimnya:

  • Pastikan tidak terdaftar di program bantuan sosial pemerintah yang lain
  • Cek apakah nama Anda sudah terdaftar ke penerima bantuan sosial tunai ke RT/RW setempat
  • Jika belum, daftarkan diri dengan melampirkan fotokopi KTP untuk diberikan ke kepala desa untuk data Anda diserahkan kepada bank-bank milik negara yang dilibatkan pada program.
  • Tunggu informasi selanjutnya mengenai pencairan dana ke rekening Anda (jika memilih sistem transfer)

BST akan disalurkan melalui Kementerian Sosial (Kemensos), Pos Indonesia, dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan akan diberikan kepada warga negara Indonesia (WNI) yang sudah atau terdaftar atau belum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kemensos.

Rinciannya,

  • BST akan di transfer langsung ke rekening masing-masing penerima atau melalui PT Pos Indonesia.
  • Bagi yang memilih sistem transfer rekening, berikut daftar rekeningnya: BRI, BNI, Mandiri dan BTN.
  • Bagi yang tak punya rekening bank, ambil uang BLT melalui Kantor Pos. Proses pencairan langsung penerima BLT secara nontunai (transfer) tidak dikenai biaya dan bunga.

Penerima BST adalah warga yang dianggap layak menerima bantuan dan terkena dampak ekonomi langsung akibat pandemi covid-19 dan sudah dilengkapi dengan data seperti BNBA (by name by address), NIK dan nomor handphone.

Jika melihat ada orang disekitar Anda baik tetangga atau saudara Anda yang mengalami krisis ekonomi akibat pandemi covid-19 bisa memberitahukan informasi ini, terutama bagi mereka yang benar-benar telah memenuhi syarat namun belum sadar dengan informasi bantuan ini.

Mari kita bantu siapa saja disekitar kita yang mengalami dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 dengan tidak hanya membagi informasi terkait bantuan sosial dari pemerintah tapi juga turut membantu mereka yang kurang informasi dengan menuntun mereka bagaimana cara mendaftar agar bisa menerima bantuan sosial ke RT/RW di tempat tinggal Anda. (luk)

Kabar Sebelumnya

(0) Komentar


Tinggalkan Komentar