Angkat Budaya Leluhur, Lewat Festival Hudoq
Angkat Budaya Leluhur, Lewat Festival Hudoq

Pencarian

  • Feed
,
IMG-20191024-WA0238.jpg

Angkat Budaya Leluhur, Lewat Festival Hudoq

Keterangan Foto :
image
Kabar Kubar Mahulu
1 Tahun lalu
Wisata
630 View
3 Comments

KABAR MAHULU - Persembahan seni budaya terbaik yang di rangkai dalam Festival Hudoq Cross Border 2019 telah berakhir. Kebesaran budaya ini harus terus didukung. Karena budaya sangat diminati wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara. Maka dari itu, Kementrian Pariwsata akan selalu mendorong berbagai festival budaya di Indonesia berkembang menjadi atraksi yang menjanjikan. 

 

Hal itu dikatakan Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh, menutup Festival Hudoq Cross Border 2019, di Lapangan Ujoh Bilang Kecamatan Long Bagun, Sabtu (26/10/2019) malam. 

 

Menurutnya, Hudoq memiliki makna mendalam bagi Suku Dayak di Kalimantan Timur. "Ini merupakan sebuah cerita tentang penghormatan orang Dayak kepada bumi dan alam. Tentang orang-orang yang percaya bahwa restu leluhur menjadi keutamaan untuk tanah yang subur. Tarian persembahan kepada bumi dan ritual permohonan kepada Yang Maha Kuasa agar hasil pertanian mereka diberikan hasil yang melimpah ruah menjadi salah satu cara untuk mengucap syukur. Tradisi itu lazim dikenal dengan Hudoq," kata Bonifasius kepada media ini.

 

Lebih dalam lagi, Hudoq sendiri merupakan perwujudan paras Roh/Dewa Hunyang Tenangan. Dewa pemelihara padi yang diutus oleh penguasa Apo Lagaan (Khayangan) yang bernama Ine Aya'. Kedatangan para roh dewa ke bumi adalah untuk menjawab doa manusia yang sedang melakukan Menugal. Sebuah proses pemberitahuan kepada para leluhur dan dewa di khayangan bahwa suku Dayak akan melakukan penanaman padi, jagung dan tebu di ladang mereka.

 

"Untuk mengharapkan keberkahan dari Dewa, tidak cukup hanya dengan Menugal, suku Dayak Mahakam Ulu akan menyiapkan tarian Hudoq yang merupakan warisan turun-temurun di keluarganya," papar bupati.

 

Masyarakat Dayak di Mahulu biasanya memang memiliki topeng Hudoq disetiap rumah untuk menyambut pesta rakyat. Topeng Hudoq yang terbuat dari kayu Jelutung ini akan disisipkan dengan daun-daun pisang yang masih segar untuk menguatkan kesan dewa yang memberkati kehidupan.

 

Menurut mitos, topeng Hudoq ini merupakan ciptaan roh diluar manusia, dalam bahasa lokal disebut Tok Jeliwan Tok Hudoq. Jeliwan artinya ular kobra, tok artinya roh dan Hudoq artinya topeng. Topengnya sendiri berbentuk macam-macam, namun kebanyakan topeng Hudoq akan menyerupai bentuk burung.

 

Suku Dayak Mahakam Ulu percaya bahwa para roh ini ada yang berasal dari dalam air, ujung langit, ujung bumi, bawah tanah, dan ada pula yang berasal dari tanah khayangan. Jenis kebaikan yang mereka bawa pun berbagai macam, ada yang membawa roh padi agar padi tumbuh dengan sehat dan berlimpah, ada yang membawa roh binatang buruan agar mudah diburu oleh manusia.

 

Ada juga yang membawa roh ikan agar berlimpah, ada yang membawa roh tanaman buah agar dapat berbuah banyak, ada pula yang membawa roh harta benda, roh kesehatan, dan lain-lain. 

 

"Kami akan selalu mendorong festival-festival budaya untuk bertransformasi menjadi atraksi wisata yang mumpuni. Ya seperti Festival Festival Hudoq 2019 ini. Sebuah festival yang sarat makna budaya. Silahkan datang dan nikmati Kebesaran Budaya Hudoq di Jantung Borneo," tutupnya. (luk)

Kabar Sebelumnya

(3) Komentar


Tinggalkan Komentar