Ada Apa ? Banyak Pedagang ke Mahulu
Ada Apa ? Banyak Pedagang ke Mahulu

Pencarian

  • Feed
,
IMG-20191023-WA0017.jpg

Ada Apa ? Banyak Pedagang ke Mahulu

Keterangan Foto : MENJAMUR : Di mana ada gula, pasti ada semut. Istilah ini cocok, banyak pedagang luar mencari kesempatan mencari rezeki di Festival Hudoq Mahulu.
image
Kabar Kubar Mahulu
1 Tahun lalu
Bisnis
416 View
0 Comments

KABAR MAHULU - Angin segar di rasakan pedagang lokal Kampung Ujoh Bilang Kecamatan Long Bagun Kabupaten Mahakam Ulu ( Mahulu ). Perhelatan Festival Hudoq Cross Border oleh Pemkab Mahulu, menjadi magnit wisatawan luar daerah datang.

Suasana riuh menyelimuti stan pameran milik pedagang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Lapangan Ujoh Bilang. Mereka menjejerkan beragam pernak pernik dari manik, seperti gelang, tas selempang dan lainnya. Harganya pun beragam mulai Rp 10 ribu sampai Rp 800 ribu. "Pedagang luar ke sini (Mahulu, Red) juga banyak mas," ujar Ugit salah satu pedagang UMKM dari Desa Budaya Pampang, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, yang menggelar lapak dagangannya di Lapangan Ujoh Bilang.

“Kesempatan mencari rezeki, saat ini mulai ramai pengunjung dan masyarakat dari luar daerah berdatangan,” jelas Ugit (40). Didampingi suami, dia sangat berharap jika dagangannya laku dan diminati pengunjung Festival Hudoq Cross Border. Ditengah rasa harapnya, Ugit mengatakan yakin akan ada rezeki dagangannya.

"Mulai pagi tadi, dagangan yang laku baru Rp 35 ribu sejak semalam saya buka dagangan ini. Semoga banyak pembelinya dalam beberapa hari kedepan. Karena pengunjung sudah mulai banyak,” harapnya.

Ugit sempat bercerita tentang biaya transportasi dari Kota Samarinda-Ujoh Bilang, Mahulu yang cukup besar harus dikeluarkannya. Menurutnya, jika tak mendapat untung berdagang, maka tak tertutupi ongkos transportasi.

“Tarif speedboat dari Tering, Kubar-Ujoh Bilang per orang Rp 300 ribu. Ditambah lagi biaya angkut barang dan biaya makan di Mahulu tinggi,” tandasnya.

Tak beda dipaparkan sejumlah pedagang pernik lainnya di stan jualan dipinggir Lapangan Ujoh Bilang. Menurut mereka, karena akses darat Kubar-Mahulu belum memadai, sehingga harus menggunakan transportasi Sungai Mahakam.

“Tapi kami bangga selain dapat berdagang, kami juga akan menyaksikan Hudoq Cross Border sehari kedepan,” ungkap salah satu pedagang, Suwito (48). (luk)

Kabar Sebelumnya

(0) Komentar


Tinggalkan Komentar