13 Kasus Narkoba Awal Tahun, Anak Dibawah Umur Masih Ada
13 Kasus Narkoba Awal Tahun, Anak Dibawah Umur Masih Ada

Pencarian

  • Feed
,
AB7F68D6-0D2B-400C-AF35-216CFA68645A.jpeg

13 Kasus Narkoba Awal Tahun, Anak Dibawah Umur Masih Ada

Keterangan Foto : Para pelaku tindak penyalahgunaan narkoba digiring petugas saat konferensi pers di Ruang Satresnarkoba Polres Kubar, Selasa kemarin (9/2/2021)
image
Kabar Kubar Mahulu
4 Bulan lalu
Hukum
317 View
0 Comments

SENDAWAR - Praktik peredaran narkoba di Bumi Sendawar kian mengkhawatirkan. Sebanyak 15 tersangka berhasil diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Kutai Barat, sejak Januari 2021 lalu. Meski banyak yang diungkap, kasus demi kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan anak di bawah umur masih terus terjadi. Justru ada tiap tahunnya.

 

Kapolres Kubar AKBP Irwan Yuli Prasetyo dalam keterangan persnya menyebut, dari 15 tersangka itu, dua adalah pemakai atau penikmat. Dengan tiga orang disangkakan sebagai bandar dan 10 lainnya sebagai kurir pengantar barang. Mirisnya, salah satu tersangka adalah aparat pengawas kampung dan dua residivis.

 

"Satu kasus lagi berkaitan dengan anak di bawah umur sudah kita limpahkan ke kejaksaan. Seorang  laki-laki, berstatus pelajar SMA di Kubar," kata Kapolres Irwan Yuli Prasetyo di dampingi Kasat Resnarkoba AKP Simon Tammu, Selasa (9/2/2021). 


Adapun barang bukti yang diamankan berupa narkoba jenis sabu sebanyak 42 poket dengan berat 18,8 gram. Menurut keterangan para pelaku,  barang haram tersebut dipesan dari Samarinda menuju Kubar. Masih tingginya praktik penyalahgunaan barang haram ini menjadi ironi. Sebab, hampir setiap tahunnya masih banyak keterlibatan anak dibawah umur yang terseret kasus hukum karena narkoba. 


Mantan Komandan Batalyon A Pelopor Satuan Brigadir Mobil Polda Kalimantan Utara itu mengakui tindakan penegakan hukum terhadap narkoba ini harus segera ditindaklanjuti. Mengingat, keberadaan Badan Narkotika Kabupaten di Kubar masih belum aktif dalam penanganan para pelaku pecandu narkoba.

 

"Sebenarnya mereka adalah korban tangan-tangan para bandar narkoba. Rata-rata pelaku adalah pecandu yang harus direhabilitasi,” ujar perwira yang pernah menjabat Kepala Bagian Operasional Polres Kota Bandar Lampung ini kepada awak media.

 

Karena itulah, pihaknya memandang perlu dukungan banyak pihak dalam memerangi narkoba di Bumi Tanaa Purai Ngeriman. Polisi hanya mendorong Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu khususnya untuk mengaktifkan fungsi BNK, agar kasus-kasus yang berkaitan dengan pemakai dapat tereliminasir. 
 

"Informasi dari masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjalankan amanat Undang-Undang yang tertuang pada UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. (luk)

Kabar Sebelumnya

(0) Komentar


Tinggalkan Komentar